Go to Top

Ayam Bakar Taliwang Pelita

Halo Pecinta Kuliner Batam,

BD pernah ditanya sama teman BD yang orang bule, “Kenapa ya orang Indonesia kalau makan pasti pakai sambal? Kalau setiap hari makan sambal, lauknya jadi ga terasa nikmat dong, karena rasanya sambal terus” Hehe.. Si bule kaga tau kalau sambal itu justru senjatanya orang Indonesia biar makan tambah nikmat. Kalau BD, biasanya suapan pertama pengen cobain rasa originalnya, jadi ga ditambahin macem-macem dulu (seperti merica, cabe, sambal, dll), baru berikutnya tambah sambal supaya bisa menikmati perbedaan rasa makanan itu sendiri.

Nah, bicara soal makanan pedas, kali ini BD mau berbagi pengalaman BD makan ayam taliwang di kota Batam. Biasanya kalau dengar kata ayam taliwang, mindset orang pasti langsung “cabe”, “sambal”, atau “pedas”. Taliwang sendiri merupakan nama salah satu kota di pulau Lombok. Ga heran, Indonesia bagian timur memang juaranya makanannya pedas sih. Terlebih, Lombok juga terkenal sebagai salah satu kota penghasil cabe terbesar di Indonesia.

Petualangan BD pun sampai di Ayam Bakar Taliwang Pelita yang katanya enak dan pedasss. BD sampai disana jam makan siang. Restorannya ramai, jadi BD duduk di dekat pintu dengan harapan ga terlalu panas. Menu yang BD pesan adalah Ayam Bakar Taliwang, Ayam Bakar Kecap, Pergedel Jagung, Kelapa Muda, dan Jus Mangga.

Sambil menunggu makanan, Ms. BD ngemil Peyek yang ada di meja. Mr. BD juga ga mau kalah, tapi dia ambil foto tampak depan dari warung ayam bakar taliwang ini. Penampakannya sebagai berikut:

Tampak Depan

 

Menu yang Ditawarkan

 

Minuman BD datang dalam waktu 10 menit, berikut penampakannya.

Kelapa Muda

Kelapa Muda

BD kali ini beruntung karena kelapa mudanya mudah banget dikorek pakai sendok. Kelapanya lembut lagi. Kalau soal rasa, ya seperti kelapa muda pada umumnya.

Jus Mangga

Jus Mangga

Satu gelas jus mangga benar-benar full diisi sampai ke bibir gelas. Rasanya mirip dengan jus mangga Soto Lamongan Cak Sam. Hanya saja, jus mangga yang di Soto Lamongan lebih manis dibandingkan yang disini. Kentalnya mirip. Sampai sekarang, BD masih penasaran, jenis mangga apa yang mereka pakai. Dulu sempat BD tanyakan ke waiter Soto Lamongan, jawabannya ga tau. So, it’s still a mystery for us. Is anybody know about it? Share with us, please..

Ayam Bakar Taliwang

Ayam Bakar Taliwang

Potongan ayamnya besar. Balutan sambalnya sangat menggoda dan menggiurkan lidah. Ayam Taliwangnya enak, cuma karena BD sudah pernah makan yang lebih enak dan lebih murah, jadinya biasa aja. Pedasnya lumayan….membakar! Dulu Mr. BD pernah makan di dekat rumah lama, di sana ada sambal taliwang namanya, sambalnya agak cair, dan cara makannya adalah dengan dituangkan ke nasi untuk menambah cita rasa. Sayang di sini tidak ada, apabila ada, mungkin bisa menambah nilai dari menu ini. So far, menu ini hanya nasi dengan ayam bakar yang pedas, not more..

Ayam Bakar Kecap

Ayam Bakar Kecap

Karena Ms. BD ga bisa makan terlalu pedas, BD akhirnya coba pesan ayam bakar kecap. Penyesalan datang saat BD mulai menanti ayamnya yang tak kunjung datang. 30 menit adalah waktu yang harus BD korbankan untuk menu yang satu ini. Ternyata kalau ayam bakar kecap, ayamnya tidak disiapkan setengah matang dulu karena peminatnya tidak terlalu banyak. Sedangkan ayam bakar taliwang, ayamnya sudah disiapkan jadi hanya butuh waktu sebentar aja untuk membuatnya siap dihidangkan. Ok, setelah menunggu 30 menit, bagaimana rasanya? Ternyata biasa aja, seperti ayam bakar kecap pada umumnya. Sama halnya dengan ayam bakar taliwang, menu ini juga didampingi sayur asem, sambal, dan lalapan sejenis.

Pergedel Jagung

Pergedel Jagung

Entah kenapa dinamakan pergedel jagung, tapi yang pasti, maksudnya sama dengan perkedel jagung. BD memesan 2 pcs pergedel jagung dan sudah habis sebelum ayam bakar kecap dan ayam bakar taliwangnya disajikan. Wkwkwk.. Habisnya BD lagi laper banget saat itu. Rasanya sih lumayan enak, mirip perkedel jagung Ayam Penyet Ria.

Harga dan Rekomendasi Menu

Bagi BD, dengan total harga yang BD bayar, BD tidak mendapatkan rasa dan pelayanan yang setimpal. Jadi terasa ga worth it. Yang paling mengagetkan adalah harga peyeknya. Rasanya standar harganya ga standar.

Ayam Bakar Taliwang Rp27.000 (termasuk nasi putih)
Ayam Bakar Kecap Rp27.000 (termasuk nasi putih)
Pergedel Jagung Rp4.000 Direkomendasikan
Kelapa Muda Rp15.000 Direkomendasikan
Jus Mangga Rp16.000 Direkomendasikan
Rempeyek Rp8.000

Restoran ini berlokasi di daerah Pelita. Kalau mau kesana, patokan jalan yang mudah itu dari SPBU Pelita, lurus, sebelum belokan telkom flexi, ada bank BTN di sebelah kiri, nah, Ayam Bakar Taliwang Pelita ini persis di seberang bank BTN. Kalau sudah kelihatan bank BTN, pastikan untuk lihat di sisi seberangnya biar tidak kelewatan. Untuk lebih jelasnya, bisa lihat di Google Map berikut.

Alamat: Jl. Sriwijaya, Komp. Suri Graha Blok A No. 5, Pelita – Batam (Depan Bank BTN Pelita)
Nomor Telepon: 0778-425120

Ps: Jangan lupa nyoblos tanggal 9 April nanti ya guys. Jangan pernah berpikiran kalau suara kita tidak ada pengaruhnya sama sekali. Satu suara kita itu akan menentukan nasib Indonesia kedepannya seperti apa. Mungkin terdengar klise, tapi hal ini memang benar adanya. Ok! 🙂

Enjoy your weekend and we’ll see you soon, guys!

Batam Dine

Leave a Reply